SENYUMIN AJA
- haryonojacob

- 22 Agu 2020
- 2 menit membaca
Diperbarui: 23 Agu 2020
Suatu hari sang Keledai sedang berjalan sambil membungkuk mencari makan di padang belantara. Tanpa disadarinya ada sebuah lubang besar dan dalam tepat di jalur langkahnya yang semakin ringan. Brukkkk...... sang Keledai itupun jatuh ke dalam lubang itu. "Apa yang terjadi?" tanya sang Keledai di dalam hatinya. "Apakah aku mengantuk? tidak. Kenapa aku tidak melihat lubang ini?". Sang Keledai dengan frustasinya mencoba untuk memanjat namun gagal, memanjat lagi dan gagal lagi karena dalamnya lubang itu. Sendirian tanpa kawan sang Keledai itupun mulai menyalahkan rumput, "Mengapa engkau tidak memberitahuku bahwa ada lubang?". Menyalahkan batu, "Mengapa engkau tidak memberiku tanda bahwa ada bahaya?". Menyalahkan angin, "Mengapa engkau membuaiku hingga aku tidak waspada?".

Beberapa waktu terdengarlah suara langkah berat mendekati lubang tersebut dan sang Keledai itupun mulai khawatir siapa gerangankah yang datang. Di ujung lubang tersebut munculah kepala dari Sang Gajah yang sangat besar, dengan ramah dan tersenyum dia bertanya "Wahai sang Keledai, apa yang terjadi padamu?". Dengan wajah kesal sang Keledai menjawab "Hai sang Gajah yang kuat dan besar, aku terjatuh ke dalam lubang yang besar dan dalam ini karena sang batu, rumput dan angin tidak memberitahuku bahwa ada lubang di jalurku dan tidak ada yang menolongku bahkan engkau sekalipun datang dengan senyuman yang membuat hatiku bertanya-tanya, apakah engkau yang dengan sengaja membuat lubang ini agar aku masuk ke dalam lubang ini?" Mendengar jawaban dari sang Keledai, sang Gajah pun berlalu tanpa mengucapkan satu katapun. Setelah beberapa waktu tidak ada yang menolong, akhirnya ajal menjemput sang Keledai.

Sang Kancil sedang melompat dengan riang kesana-kemari sembari bernyanyi-nyanyi di jalur yang sama ketika sang Keledai sedang mencari makan. Brukkk..... tanpa waspada sang Kancil pun terjatuh ke dalam lubang tersebut, dengan menahan sakit dia berkata kepada dirinya sendiri, "Alangkah tidak berhati-hatinya aku sehingga aku menyakiti diriku sendiri. Adakah yang akan menolongku di dalam lubang ini?" Terdengarlah suara yang berkata, "Apa yang sedang kau lakukan di lubang ini hai Kancil?". "Wahai sang Gajah yang baik hati, maukah kau menolongku dari lubang ini karena kesalahanku sendiri aku terjatuh ke dalam lubang ini?". Belalaipun terjulur ke tubuh sang Kancil dan mengangkatnya sehingga dia terbebas dari lubang itu. Dengan penuh syukur dan tersenyum sang Kancil mengucap terima kasih kepada sang Gajah yang begitu hangat tampak dari wajahnya.
Tersenyumlah apapun keadaan dan kondisimu, dan yakinlah bahwa selalu ada yang menolongmu. "Hati yang gembira membuat wajah berseri, tetapi di dalam luka hati ada semangat yang patah."

Komentar